Perkandangan Sapi Perah

Kandang sapi perah  sangat memengaruhi kemauan dan kemampuan hewan untuk menunjukkan perilaku berahi secara maksimal.

 

Ukuran kubikasi

Ukuran kandang Sapi perah harus tepat kubukasinya (panjang x lebar) Bila sapi menghabiskan banyak waktu berdiri di dalam kandang, hal ini menyebabkan kelelahan dan pincang, sehingga mengurangi estrus mereka, dan berdampak serius pada kesuburan. Meskipun rekomendasi ukuran dan desain kandang sapi bervariasi berdasarkan ras, lantai kandang sapi perah harus selalu bersih dan kering serta memiliki permukaan yang empuk dan daya cengkeram yang baik.

Pedoman Desain

  • Semua sapi harus dapat makan sekaligus (– 0,6 m/sapi) (perlu ruang makan 60 cm per sapi).
  • Dimensi kandang perlu mempertimbangkan jenis dan ukuran sapi. Ukuran kandang: 2,4 m x 1,2 m (panjang 2,4 m x lebar 1,2 m) dengan jarak antar kepala dan 2,6 m x 1,2 m (panjang 2,4 m x lebar 1,2 m) dengan jarak antar dinding.
  • Semua jalur pejalan kaki/lorong pengikis sapi harus memiliki lebar 2,4 m (2,4 m) dan area makan selebar 4,2 m (3,8 m). Hal ini akan memungkinkan sapi bergerak bebas tanpa risiko cedera atau intimidasi.

Ruang Pakan

Pakan segar dan berkualitas tinggi harus selalu tersedia.

Ruang pakan yang tidak memadai mengurangi asupan pakan, yang berdampak pada reproduksi:

  • Mengurangi intensitas tanda-tanda estrus
  • Mengganggu produksi hormon

Source: Agriculture & Horticulture Development Board. Animal Health and Welfare. Dairy cattle.

Kebutuhan pakan bergantung pada berat hewan dan persaingan untuk mendapatkan makanan.

Lantai

Sapi merasa takut di permukaan lantai yang licin, yang dapat mencegah mereka menunjukkan perilaku estrus. Lantai untuk sapi harus lunak, dan kotoran ternak harus dibersihkan dari permukaan area berjalan beberapa kali sehari.

Kelicinan lantai merupakan salah satu faktor risiko paling signifikan dari kepincangan, masalah kesehatan, produksi, dan kesejahteraan yang sangat mendesak di peternakan sapi perah intensif. Hal ini sering menjadi alasan pemusnahan, dan berkaitan dengan penurunan kesuburan. Dalam sebuah studi baru-baru ini, sapi yang menjadi pincang dalam 30 hari pertama pascapersalinan dikaitkan dengan insiden kista ovarium yang lebih tinggi, kemungkinan kehamilan yang lebih rendah, dan kesuburan yang lebih rendah dibandingkan sapi kontrol1.

 

Pencahayaan

Cahaya memiliki peran penting dalam pengendalian kadar hormon pada sapi perah. Pencahayaan yang seragam di kandang ternak meningkatkan kesuburan, dan ini berdampak positif pada estrus dan juga dapat mengurangi interval melahirkan2.

Ketinggian dan jarak lampu memengaruhi keseragaman pencahayaan. Rasio 1 adalah yang paling tepat untuk mencapai tingkat keseragaman pencahayaan yang tinggi, yang dibutuhkan di area kerja yang intensif. Permukaan dinding, langit-langit, dan lantai yang sangat reflektif akan meningkatkan keseragaman pencahayaan.

Intensitas dan durasi cahaya sangatlah penting. Penelitian telah menunjukkan bahwa rezim pencahayaan selama 16 jam dengan intensitas cahaya minimum 150 lux, diikuti oleh delapan jam gelap (maksimum lima lux) akan memberikan manfaat positif. (2)

 

Sistem Ventilasi dalam Desain Kandang Sapi Perah

Ventilasi membantu menjaga lingkungan yang nyaman bagi sapi perah. Ventilasi menyediakan udara segar untuk:

  • Mengendalikan kelembapan yang dihasilkan sapi melalui pernapasan
  • Mengendalikan panas yang dihasilkan sapi saat cuaca panas
  • Menghilangkan bau dan gas yang dihasilkan sapi dari kotoran ternak, urin, dan CO2

Sistem ventilasi bisa menggunakan  Ventilasi Alami dan Mekanis

Jalan Setapak dan Jalur Berjalan

Sapi membutuhkan ruang yang cukup untuk berjalan bebas tanpa terintimidasi oleh sapi dominan dan untuk menunjukkan estrus. Jalan setapak kandang harus memiliki lebar antara 3 dan 4,5 meter, yang memungkinkan dua ekor sapi untuk lewat. Jalan setapak pakan harus memiliki lebar 4 hingga 5 meter, agar dua ekor sapi dapat lewat berdampingan di belakang sapi yang sedang makan. Untuk sapi ras atau jenis sapi yang sangat besar, ruang yang lebih luas harus disediakan.

 

Sistem Manajemen

Studi terbaru di Inggris (4) dan Irlandia(5) menunjukkan bahwa efisiensi deteksi estrus secara signifikan lebih tinggi pada sapi dalam sistem berbasis padang rumput, dan interval antara melahirkan dan estrus lebih panjang pada sapi dalam sistem tanpa penggembalaan. Beberapa studi di Amerika Utara, Belanda, dan Selandia Baru juga mendukung temuan ini (6).

 

Kami menjual alat kandang closed house dan melayani instalasinya  serta pembangunan kandang sapi perah closed house.

Kesuksesan anda kebahagian kami

Hubungi kami  +62 82333341149

 

Referensi

  1. Melendez, P., Bartolome, J., Archbald, L.F., Donovan, A. 2003. The association between lameness, ovarian cysts and fertility in lactating dairy cows. Theriogenology, 59, 927–937.
  2. Dawson, J. 2015. Continuous housing of dairy cows – fertility and production. https://www.vettimes.co.uk/.
  3. Clarke, S., and House, H. 2006. Energy Efficient Dairy Lighting. Infosheet. http:www.omafra.gov.on.ca/English/engineer/facts/06-007.htm.
  4. Pollott, G.E., Coffey, M.P.. 2008. The effect of genetic merit and production system on dairy cow fertility, measured using progesteroneprofiles and on-farm recording. Journal of Dairy Science 91, 3649–3660.
  5. Palmer, M.A., Olmos, G., Boyle, L.A., Mee, J.F. 2012. A comparison of the estrous behaviour of Holstein-Friesian cows when cubicle-housed and at pasture. Theriogenology 77, 382–388.
  6. Mee, J.F. 2012. Reproductive Issues Arising from Different Management Systems in the Dairy Industry. Reproduction in Domestic Animals 47 (Suppl. 5), 42–50.

 

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *